Sunday, 21 May 2017

MAKALAH BIOLOGI POLUSI DAN SUMBERNYA

Tugas Individu
Makalah Biologi
POLUSI DAN SUMBERNYA


Image result for logo SMA 4 WATAMPONE

Disuun Oleh:
NURFATMA INNA
KLS : X MIPA 6
NIS : 8695








SMA NEGERI 4 WATAMPONE


 
TAHUN PELAJARAN 2017/2018


KATA PENGANTAR


Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. alhamdulillahirabbilalamin. Segala puji bagi Allah yang telah menolong kami menyelesaikan makalah ini dengan penuh kemudahan. Tanpa pertolongan Nya mungkin penyusun tidak akan sanggup menyelesaikan dengan baik. shalawat dan salam semoga terlimpah curahkan kepada baginda tercinta yakni nabi muhammad SAW.
Makalah ini disusun agar pembaca dapat memperluas ilmu tentang MASALAH POLUSI (PENCEMARAN), yang saya sajikan berdasarkan pengamatan dari berbagai sumber. Makalah ini di susun oleh penyusun dengan berbagai rintangan. Baik itu yang datang dari diri penyusun maupun yang datang dari luar. Namun dengan penuh kesabaran dan terutama pertolongan dari Tuhan akhirnya makalah ini dapat terselesaikan.
Makalah ini memuat tentang “POLUSI DAN SUMBERNYA ” yang sangat berbahaya bagi kesehatan seseorang. Walaupun makalah ini mungkin kurang sempurna tapi juga memiliki detail yang cukup jelas bagi pembaca.
Semoga makalah ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas kepada pembaca. Walaupun makalah ini memiliki kelebihan dan kekurangan. Penyusun mohon untuk saran dan kritiknya. Terima kasih.



Watampone, 22 Mei 2017

           Penyusun
                                                                                            Nurfatma Inna


DAFTAR ISI

Halaman
KATA PENGANTAR .............................................................................               i
DAFTAR ISI .............................................................................................               ii
BAB I..... PENDAHULUAN
A.      Latar Belakang.....................................................................               1
B.       Rumusan Masalah.................................................................               2
C.       Tujuan Penulisan...................................................................               2
BAB II... PEMBAHASAN
A.       Pengertian Polusi..................................................................               3
B.       Jenis-Jenis  Polusi.................................................................               4
C.       Sumber Polusi ......................................................................               6
D.       Cara Mengurangi Polusi.......................................................               13
E.        Kepedulian Pemerintah  dan Masyarakat untuk Mengurangi Polusi                          16
BAB III.. PENUTUP
A.       Kesimpulan...........................................................................               18
B.       Saran.....................................................................................               18
DAFTAR PUSTAKA











BAB I
PENDAHULUAN

A.  Latar Belakang
Manusia merupakan komponen lingkungan alam yang bersama-sama dengan komponen alam lainnya, hidup bersama dan mengelola lingkungan dunia. Karena manusia adalah makhluk yang memiliki akal dan pikiran, peranannya dalam mengelola lingkungan sangat besar. Manusia dapat dengan mudah mengatur alam dan lingkungannya sesuai dengan yang diinginkan melalui pemanfaatan ilmu dan teknologi yang dikembangkannya. Akibat perkembangan ilmu dan teknologi yang sangat pesat, kebudayaan manusia pun berubah dimulai dari budaya hidup berpindah-pindah, kemudian hidup menetap dan mulai mengembangkan buah pikirannya yang terus berkembang sampai sekarang ini. Hasilnya berupa teknologi yang dapat membuat manusia lupa akan tugasnya dalam mengelola bumi. Sifat dan perilakunya semakin berubah dari zaman ke zaman.
Setiap lingkungan manusia, termasuk daerah pedesaan, perkotaan, industri atau yang berteknologi maju sekali pun menghasilkan jenis sampah tertentu dari hasil kegiatannya. Sampah tersebut akan masuk ke dalam biosfer dan memengaruhi fungsi normal ekosistem dan memiliki dampak yang luas terhadap tumbuhan, hewan dan  manusia. Sampah tertentu yang mencemari biosfer disebut dengan polutan. (Septianing Rasti, 2013)
Menurut Undang-Undang Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup, polusi atau pencemaran lingkungan diartikan sebagai masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup, zat energi, dan atau komponen lain ke dalam lingkungan, atau berubahnya tatanan lingkungan oleh kegiatan manusia atau oleh proses alam sehingga kualitas lingkungan turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan lingkungan menjadi kurang atau tidak dapat berfungsi lagi sesuai dengan peruntukannya. Zat atau bahan yang dapat mengakibatkan pencemaran disebut polutan. Polutan dapat menyebabkan penyakit, diantaranya kanker, gangguan kekebalan, alergi, dan asma. Suatu zat disebut polutan bila keberadaannya dapat menyebabkan kerugian terhadap makhluk hidup, jumlahnya melebihi jumlah normal, berada pada waktu dan tempat yang tidak tepat.  (Budiarti Herni, 2009)
Contohnya kadar karbon dioksida normal adalah 0,033%, tetapi bila lebih tinggi dari 0,033% dapat memberikan efek merusak. Ada dua macam sifat polutan, yaitu sebagai berikut. (a). Merusak untuk sementara, tetapi bila telah bereaksi dengan zat lingkungan tidak merusak lagi. Contohnya tumpahan minyak di laut dapat menyebabkan iritasi kulit dan ruam, tetapi setelah minyak mengalami degradasi maka menjadi tidak bersifat merusak;  (b.) Merusak dalam jangka waktu lama. Contohnya timbal yang masuk ke dalam tubuh tidak merusak apabila konsentrasinya rendah, akan tetapi apabila pemasukan timbal terjadi dalam jangka waktu yang lama, timbal dapat terakumulasi dalam tubuh dan bersifat racun. (Budiarti Herni, 2009)
Saat ini pencemaran lingkungan telah terjadi pada tingkat yang mengkhawatirkan. Hampir semua lingkup kehidupan telah mengalami pemcemaran. Menurut tempat terjadinya, pencemaran dapat digolongkan menjadi tiga macam yaitu pencemaran udara, air, dan tanah. (Budiarti Herni, 2009)
B.  Rumusan Masalah
1.         Apa yang dimaksud dengan polusi?
2.         Apa sajakah yang termasuk polusi?
3.         Apa sajakah sumber polusi?
4.         Bagaimana cara mengurangi polusi?
5.         Bagaimana kepedulian pemerintah  dan masyarakat untuk mengurangi Polusi?

C.  Tujuan Penulisan
1.         Untuk mengetahui pengertian polusi.
2.         Untuk mengetahui jenis polusi.
3.         Untuk mengetahui sumber polusi.
4.         Untuk mengetahui cara mengurangi polusi.
5.         Untuk mengetahui cara pemerintah  dan masyarakat untuk mengurangi Polusi.
BAB II
PEMBAHASAN

A.  Pengertian Polusi
Kata polusi berasal dari bahasa Latin “Polluere” yang berarti polusi atau tercemar. Penambahan sesuatu ke udara, air, tanah maupun makanan yang mengancam kesehatan, kemampuan bertahan hidup atau mengganggu kegiatan manusia dan kehidupan organisme lainnya disebut polusi. Odum (1971) mendefinisikan polusi dalam pengertian klasik, “Polusi adalah adalah perubahan ciri fisik, kimiawi, atau biologis yang tidak diinginkan dari udara, air dan tanah atau lahan yan gmungkin berpotensi membahayakan kesehatan dan kehidupan manusia atau organisme lainnya”. (Septianing Rasti, 2013)
Pencemaran lingkungan (environmental pollution) adalah masuknya bahan-bahan ke dalam lingkungan yang dapat mengganggu kehidupan makhluk hidup di dalamnya. Zat yang dapat mencemari lingkungan dan dapat mengganggu kelangsungan hidup makhluk hidup disebut dengan polutan. Polutan ini dapat berupa zat kimia, debu, suara, radiasi, atau panas yang masuk ke dalam lingkungan. (Sulistyorini Ari, 2009)
Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 1997 tentang pengelolaan lingkungan hidup, polusi atau pencemaran adalah masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup, zat, energi, atau komponen lain ke dalam lingkungan hidup oleh kegiatan manusia sehingga kualitasnya turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan lingkungan hidup tidak berfungsi dengan peruntukkannya. Zat atau bahan yang menyebabkan polusi disebut polutan.Pencemaran dapat timbul sebagai akibat kegiatan manusia ataupun disebabkan oleh alam (misal gunung meletus, gas beracun). Ilmu lingkungan biasanya membahas pencemaran yang disebabkan oleh aktivitas manusia, yang dapat dicegah dan dikendalikan. (Ferdinand, 2009)
Peristiwa masuknya atau dimasukkannya zat atau bahan ke lingkungan oleh karena kegiatan manusia atau peristiwa alam yang mengakibatkan penurunan kualitas lingkungan, sehingga lingkungan tidak dapat berfungsi sesuai dengan peruntukannya disebut pencemaran atau polusi. (Subardi dkk., 2009)
Masuknya bahan ke dalam lingkungan yang menyebabkan gangguan terhadap makhluk hidup di dalamnya disebut pencemaran. Jadi, pencemaran lingkungan terjadi akibat dari kumpulan kegiatan manusia (populasi) dan bukan dari kegiatan perorangan (individu). (Kistinnah Idun, 2009)
Menurut Supardi (1994) dalam Riana Yani (2009) yang dimaksud pencemaran lingkungan adalah terjadinya pencemaran yang dapat menyebabkan penurunan kualitas lingkungan dan terganggunya kesehatan serta ketenangan makhluk hidup.
Pencemaran lingkungan atau polusi terjadi di suatu tempat, ketika di sana terdapat suatu perubahan yang tidak diinginkan. Perubahanperubahan tersebut meliputi perubahan udara, daratan, dan air secara fisik maupun kimia. (Widayati Sri, 2009)
Pencemaran adalah masuknya zat, energi, partikel, atau komponen lainnya yang dapat menyebabkan perubahan tatanan suatu lingkungan akibat kegiatan manusia atau proses alam. (Firmansyah Rikky, 2009)

B.  Jenis-jenis Polusi
Berdasarkan komponen yang terpolusi dan/atau jenis polutannya, polusi dapat dikelompokkan menjadi polusi air, polusi udara, polusi tanah, polusi radiasi dan polusi suara. (Septianing Rasti, 2013)
1.    Polusi Air
Polusi air mengacu pada jenis pencemaran perairan antara dua hal yang ekstrem, yaitu perairan yang diracuni oleh bahan kimia dan perairan yang diperkaya unsur hara. Bahan kimia beracun dapat membunuh organisme hidup di perairan atau bahkan meniadakan semua bentuk kehidupan di perairan. Perairan yang diperkaya unsur hara, misalnya pada danau dengan penambahan unsur hara dari pupuk dapat menyebabkan produktivitas komunitas biotik menjadi berlebih sehingga keseimbangan ekosistem terganggu.
2.    Polusi Udara
Polusi udara disebabkan oleh meningkatnya komposisi gas-gas dari komposisi normal yang ada pada udara bersih. Polusi udara merupakan satu jenis polusi yang biasa terjadi dan paling berbahaya. Polutan udara yang berbeda secara luas memengaruhi flora, fauna dan iklim wilayah setempat. Gangguan kesehatan pada manusia dan hewan terjadi akibat pemanasan global, hujan asam, asap, penipisan ozon dan beberapa dampak polusi lainnya.
3.    Polusi Tanah
Polusi tanah meliputi limbah bercacun yang terkandung di dalam tanah dengan berbagai sumbernya. Polusi tanah umumnya berupa bahan kimia yang berada tidak pada tempatnya atau kadarnya melebihi batas ambang normal yang bisa menyebabkan dampak buruk terhadap manusia atau pun kehidupan organisme lainnya.
4.    Polusi Radiasi
Polusi radiasi adalah pencemaran yang disebabkan oleh radiasi ion ataupun non-ion yang dihasilkan dari ledakan perangkat nuklir dan energi yang dilepaskan oleh pembangkit listrik tenaga nuklir. Polusi radiasi dapat terjadi secara alami atau karena ulah manusia. Radiasi sinar kosmik adalah jenis radiasi yang alami. Sumber utama dari polusi radiasi, antara lain pembangkit listrik tenaga nuklir, penambangan uranium dan ledakan bom nuklir. Sumber polusi lainnya adalah pembangkit listrik yang menggunakan bahan bakar, hasil samping kegiatan tambang, dan percobaan penelitian dalam laboratorium. Tindakan dengan paparan sinar X dan emisi radiasi dari oven, microwave serta peralatan rumah tangga lainnya juga termasuk sumber-sumber radiasi lingkungan meskipun menghasilkan radiasi dalam jumlah kecil.

5.    Polusi Suara
Kata “bising” didefinisikan sebagai suara yang tidak diinginkan yang menyebabkan ketidaknyamanan. Polusi suara berarti suara yang tidak diinginkan sehingga dapat menyebabkan bahaya kesehatan.
Penyebab Polusi Suara:
a.    Sumber utama polusi suara di rumah adalah penggunaan alat elektronik dalam kehidupan sehari-hari. Di rumah terdapat mixer, vaccum cleaner, mesin cuci, pendingin udara, radio atau pemutar suara yang dibunyikan keras. Alat elektronik tersebut menghasilkan bunyi bising ketika sedang menyala.
b.    Di luar rumah, polusi suara disebabkan oleh pabrik, kendaraan, pesawat terbang, dan sebagainya. Selain itu, perayaan yang disemarakkan dengan pengeras suara menggelegar juga menyebabkan polusi suara.
c.    Lalu lintas jalan, lalu lintas udara, lalu lintas rel juga menyebabkan polusi suara. (Septianing Rasti, 2013)
C.  Sumber-sumber Polusi
1.    Sumber Polusi Udara
Polusi udara adalah masuknya zat-zat kimia, masalah partikulat atau bahan-bahan biologis yang berbahaya atau membuat manusia atau organisme hidup lain tidak nyaman, atau dapat juga menyebabkan kerusakan pada lingkungan alami atau lingkungan buatan manusia ke dalam atmosfir. Polusi udara tersebut dapat disebabkan oleh sumber-sumber alami ataupun hasil dari kegiatan manusia.
Ada beberapa jenis polusi udara dan dampak dari polusi udara yang diketahui dengan baik yang sering juga didiskusikan. Beberapa polusi udara tersebut adalah kabut asap, hujan asam dan efek rumah kaca, serta lubang-lubang dalam lapisan ozon. Masing-masing masalah tersebut memiliki dampak yang serius untuk kesehatan kita dan makhluk hidup lain sebagaimana juga sebagai lingkungan secara keseluruhan.
Salah satu jenis polusi udara adalah pelepasan partikel-partikel hasil pembakaran bahan bakar untuk energi ke udara. Asap mesin diesel adalah contoh yang tepat untuk masalah partikulat ini. Partikel-partikel berukuran sangat kecil dengan ukuran sekitar 2,5 mikron atau sekitar 0,0001 inci. Polusi udara jenis ini terkadang disebut sebagai polusi “karbon hitam”. Knalpot pembuangan dari pembakaran bahan bakar pada mobil, perumahan dan industry adalah sumber utama polusi udara.
Beberapa pihak yang berwenang percaya bahwa bahkan kayu dan arang yang terbakar pada perapian dan tempat pemanggang dapat melepaskan jumlah jelaga yang signifikan ke udara. Jenis lain dari polusi udara adalah pelepasan gas berbahaya seperti belerang dioksida, karbon monoksida, nitrogen oksida dan uap kimia.
Hal-hal tersebut dapat turut ambil bagian dalam reaksi kimia lebih lanjut ketika zat-zat tersebut mencapai atmosfer, dan membentuk kabut asap dan hujan asam. Polusi udara juga harus dipertimbangkan di dalam rumah kita, kantor dan sekolah. Beberapa dari polusi ini dapat dihasilkan oleh kegiatan di dalam rumah seperti merokok dan memasak.

a.         Sumber Polusi Udara di Luar Ruangan

Kabut Asap adalah salah satu polusi udara di luar ruangan dalam skala besar. Kabut Asap ini disebabkan oleh reaksi kimia antara beberapa polusi udara yang berasal dari berbagai macam sumber, terutama knalpot kendaraan dan emisi industri. Perkotaan sering menjadi pusat dari kegiatan-kegiatan jenis ini, dan banyak orang yang menderita dari dampak Kabut Asap.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh8cciLra6tKXvgJ-OO1Vo0Xj2_g1J9KdZOCPm-rm_rwA9lXYA_alf-_HPJ9eAAvAjKfeFSROOkc-nk-I0iSXCJbds7atZVc6t5hjiNWp8dmno4bqhJSBQ24W49oUf_59GqF1lQwMVJq9yl/s320/exhaustpollution.gif

Gambar.  Sumber polusi udara diluar ruangan

Pada setiap kota, penyebab-penyebab yang pasti dari polusi udara dapat berbeda. Hal tersebut bergantung dari lokasi geografis, suhu, angin dan faktor cuaca, polusi udara menyebar secara berbeda. Namun demikian, terkadang hal tersebut tidak terjadi dan polusi udara dapat naik ke tingkat yang berbahaya. (http://www.anneahira.com)

b.        Sumber Polusi Udara di Dalam Ruangan

Banyak orang menghabiskan sebagian besar waktunya di dalam ruangan, sekitar 80% hingga 90% dari kehidupan mereka. Kita bekerja, makan, minum dan tidur pada lingkungan tertutup yang mengakibatkan sirkulasi udara terbatas. Demi alasan itulah beberapa ahli merasa bahwa lebih banyak orang yang menderita dari dampak polusi udara di dalam ruangan dibandingkan dengan polusi udara di luar rungan.

Ada banyak sumber dari polusi udara di dalam ruangan. Rokok tembakau, peralatan memasak dan pemanas, serta uap dari bahan-bahan bangunan seperti cat, perabotan dan lain-lain dapat menyebabkan polusi udara di dalam bangunan.

Hasil gambar untuk asap rokok berlebihan

Gambar.2. contoh sumber polusi udara dalam ruangan

 

Radon adalah gas radioaktif alami yang dilepaskan dari bumi, dan dapat juga ditemukan terkonsentrasi dalam ruang bawah tanah atau basement. Paparan polusi udara di dalam rumah dan tempat kerja seringkali lebih besar dibandingkan paparan polusi udara di luar ruangan. (http://www.anneahira.com)


2.    Sumber Polusi Tanah
Karena pencemaran tanah tidak jauh beda atau bisa dikatakan mempunyai hubungan erat dengan pencemaran udara dan pencemaran air, maka sumber pencemar udara dan sumber pencemar air pada umumnya juga merupakan sumber pencemar tanah. 
Sebagai contoh gas-gas oksida karbon, oksida nitrogen, oksida belerang yang menjadi bahan pencemar udara yang larut dalam air hujan dan turun ke tanah dapat menyebabkan terjadinya hujan asam sehingga menimbulkan terjadinya pencemaran pada tanah.
Hasil gambar untuk Sumber Polusi Tanah
Gambar 3..Sumber Polusi Tanah
Air permukaan tanah yang mengandung bahan pencemar misalnya tercemari zat radioaktif, logam berat dalam limbah industri, sampah rumah tangga, limbah rumah sakit, sisa-sisa pupuk dan pestisida dari daerah pertanian, limbah deterjen, akhirnya juga dapat menyebabkan terjadinya pencemaran pada tanah daerah tempat air permukaan ataupun tanah daerah yang dilalui air permukaan tanah yang tercemar tersebut.
a.         Limbah domestik
Limbah domestik dapat berasal dari daerah: pemukiman penduduk; perdagang-an/pasar/tempat usaha hotel dan lain-lain; kelembagaan misalnya kantor-kantor pemerintahan dan swasta; dan wisata, dapat berupa limbah padat dan cair.
b.        Limbah industri
Limbah Industri berasal dari sisa-sisa produksi industri. Limbah cair yang merupakan hasil pengolahan dalam suatu proses produksi, misalnya sisa-sisa pengolahan industri pelapisan logam dan industri kimia lainnya. Tembaga, timbal, perak, khrom, arsen dan boron adalah zat-zat yang dihasilkan dari proses industri pelapisan logam seperti Hg, Zn, Pb, Cd dapat mencemari tanah. Merupakan zat yang sangat beracun terhadap mikroorganisme. Jika meresap ke dalam tanah akan mengakibatkan kematian bagi mikroorganisme yang memiliki fungsi sangat penting terhadap kesuburan tanah.
c.         Limbah pertanian
Limbah pertanian dapat berupa sisa-sisa pupuk sintetik untuk menyuburkan tanah atau tanaman, misalnya pupuk urea dan pestisida untuk pemberantas hama tanaman. Penggunaan pupuk yang terus menerus dalam pertanian akan merusak struktur tanah, yang menyebabkan kesuburan tanah berkurang dan tidak dapat ditanami jenis tanaman tertentu karena hara tanah semakin berkurang. Dan penggunaan pestisida bukan saja mematikan hama tanaman tetapi juga mikroorga-nisme yang berguna di dalam tanah. Padahal kesuburan tanah tergantung pada jumlah organisme di dalamnya. Selain itu penggunaan pestisida yang terus menerus akan mengakibatkan hama tanaman kebal terhadap pestisida tersebut.
3.    Sumber Polusi Air
Pencemaran air dapat bersumber dari beberapa hal berikut:
a.    Pembuangan kotoran dan detergen ke danau dan sungai.
b.    Kegiatan manusia seperti mandi dan mencuci pakaian.
c.    Pembuangan limbah industri dan pertanian (pupuk dan pestisida).
d.   Buang air besar (defekasi) oleh manusia dan hewan di sekitar sumber air.
e.    Tumpahan minyak dari tangki minyak.
f.     Sampah rumah tangga di kota-kota besar yang dibuang ke sungai. Sampah inilah yang memicu pertumbuhan ganggang dan bakteri yang menggunakan banyak oksigen sehingga terjadi penipisan kada oksigen di dalam air. Sebagai akibatnya, banyak ikan yang mati karena kekurangan oksigen.
g.    Limbah dari pabrik yang dibuang ke sungai mengandung banyak polutan beracun seperti sianida dan merkuri. Bahan berbahaya tersebut dapat masuk ke dalam tubuh ikan sehingga ikan tidak sehat untuk dikonsumsi manusia.
h.    Pupuk dan pestisida yang terlarut dalam tanah dapat mengalir masuk ke dalam air sungai. Bahan-bahan kimia dari pupuk dan pestisida dapat masuk ke dalam tubuh hewan air dan hewan lainnya melalui rantai makanan.
4.    Sumber Polusi Radiasi
https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcSE3gxHX6Clv-1Ag7WzIjd2tKGK2UCVSKQ1emk-Jsj8atUL_4HdKZ1iWj0i
      Gambar. Ledakan bom nuklir

Polusi radiasi dapat terjadi secara alami atau karena ulah manusia. Radiasi sinar kosmik adalah jenis radiasi yang alami. Sumber utama dari polusi radiasi, antara lain pembangkit listrik tenaga nuklir, penambangan uranium dan ledakan bom nuklir. Sumber polusi lainnya adalah pembangkit listrik yang menggunakan bahan bakar, hasil samping kegiatan tambang, dan percobaan penelitian dalam laboratorium. Tindakan dengan paparan sinar X dan emisi radiasi dari oven, microwave serta peralatan rumah tangga lainnya juga termasuk sumber-sumber radiasi lingkungan meskipun menghasilkan radiasi dalam jumlah kecil. (Septianing Rasti, 2013)
5.    Sumber Polusi Suara
a.    Sumber utama polusi suara di rumah adalah penggunaan alat elektronik dalam kehidupan sehari-hari. Di rumah terdapat mixer, vaccum cleaner, mesin cuci, pendingin udara, radio atau pemutar suara yang dibunyikan keras. Alat elektronik tersebut menghasilkan bunyi bising ketika sedang menyala.
b.    Di luar rumah, polusi suara disebabkan oleh pabrik, kendaraan, pesawat terbang, dan sebagainya. Selain itu, perayaan yang disemarakkan dengan pengeras suara menggelegar juga menyebabkan polusi suara.
c.    Lalu lintas jalan, lalu lintas udara, lalu lintas rel juga menyebabkan polusi suara.
a.Hasil gambar untuk kapal terbang  b. Hasil gambar untuk kereta api
Gambar. Polusi suara dapat bersumber dari ; a. lalu lintas udara; b. lalu lintas rel
Suara diukur dengan skala dalam satuan desibel. Satu desibel setara dengan suara samar yang dapat didengar oleh telinga manusia. Normalnya, orang dapat mendengar percakapan berintensitas 20dB dengan mudah. Beberapa orang merasa tidak nyaman dengan intensitas suara 85dB. Suara dapat menimbulkan nyeri pada telinga dengan intensitas sekitar 100-120dB dan suara dengan intensitas lebih dari 180dB dapat mematikan.
Tabel Intensitas Beberapa Jenis Suara
Jenis Suara
Intensitas (dB)
Bernapas
10
Studio broad casting
20
Bisikan lembut
20-30
Detak jam
30
Perbincangan biasa
15-60
Perpusakaan
30-35
Radio bervolume kecil
35-60
Lalu lintas
50-90
Telepon
60
Kebisingan kantor
60-80
Alarm jam
70-80
Sepeda Motor
105
Singa mengaum
105-110
Pesawat terbang
110-120
Bor pneumatik
110-120
Jet lepas landas
120
Roket yang meluncur
170-180
D.  Cara Mengurangi Polusi
1.    Mengurangi Polusi Air
Berikut ini beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi polusi air :
a.    Mengolah limbah kimia dari pabrik menjadi limbah yang tidak berbahaya sebelum dibuang ke perairan.
b.    Mendaur ulang limbah industri.
c.    Tidak membuang sampah perkotaan langsung ke sungai.Sampah tersebut seharusnya diolah menjadi sampah yang tidak berbahaya sebelum dibuang.
d.   Menyediakan fasilitas toilet yang memadai untuk penduduk desa atau daerah plosok.
e.    Menggunakan pupuk dan pestisida alami.
2.    Mengontrol dan Mengurangi Polusi Udara
Ada sejumlah alat untuk mengontrol polutan udara. Beberapa diantaranya adalah ruangan pengatur, sentrifugasi untuk kontrol gas, pemindai kelembapan, prepesitator elektrostatik, penyaring partikel, dan sebagainya. Selain itu, kita dapat mengontrol polusi udara  dengan cara-cara berikut :
a.    Menggunakan ruang kedap asap rokok untuk mengurangi polusi asap rokok
b.    Menggunakan kompor energi surya dan biogas sebagai gantinya bahan bakar untuk memasak.
c.    Menggunakan sumber energi alternatif seperti energi surya, pembangkit air, energi angin dan energi nuklir sebagai pengganti sumber energi konvensional seperti batu bara dan minyak tanah.
d.   Menggunakan bensin bebas timbel pada kendaraan.
e.    Menggunakan CNG (Compressed Natural Gas)
f.     Menggunakan standar EURO-II untuk emisi polusi dari knalpot mobil.
g.    Menanam kembali hutan-hutan yang gundul.
h.    Memasang cerobong asap yang tinggi di pabrik dengan dilengkapi alat penyaring sehingga emisinya dapat keluar membumbung tinggi di udara.
i.      Tidak membakar petasan juga mengurangi polusi, baik polusi udara maupun polusi suara.
j.      Tidak membakar daun-daun kering, lebih baik mengumpulkannya ke dalam sebuah lubang dan membuatnya menjadi pupuk kompos.
k.    Menerapkan dengan ketat ukuran bebas polusi.
l.      Menggunakan transportasi publik, Lakukan perjalanan dengan bus, kereta api, atau berjalan kaki jika jarak dekat.
3.    Mengontrol dan Mengurangi Polusi Tanah
Selain kegiatan tambang dan penggalian, penggunaan tanah yang tidak perlu seperti penebangan hutan, penanaman berlebihan, irigasi yang tidak terencana dan urbanisasi menyebabkan terjadinya polusi tanah dan degradasi tanah. Berikut ini beberapa metode efektif untuk mengurangi polusi tanah:
a.    Pembakaran limbah padat dengan tungku pembakaran yang didesain khusus.
b.    Penyediaan lahan sanitasi untuk tempat pembuangan limbah padat.
c.    Melindungi keberadaan hutan-hutan dan vegetasi alami yang masih ada.
d.   Penanaman kembali hutan-hutan yang gundul haru terus diupayakan.
e.    Pemeliharaan vegetasi terutama pada daerah dataran tinggi, wilayah sekitar sungai, danau dan sumber-sumber air.
4.    Mengontrol dan Mengurangi Polusi Radiasi
Limbah nuklir dan pembuangannya harus diatur secara tepat untuk meminimalisasi risiko terhadap lingkungan dan kesehatan serta keamanan generasi mendatang. Berikut ini beberapa cara pembuangan limbah nuklir:
a.    Tempatkan bahan-bahan pada tempat penyimpanan yang tepat.
b.    Dikubur di dasar laut.
c.    Dimasukkan ke dalam lapisan kutub es.
d.   Dikirim ke luar angkasa.
e.    Ditempatkan jauh di bawah tanah dalam repositori geologi.
5.    Mengontrol dan Mengurangi Polusi Suara
Polusi suara dapat dikurangi dengan beberapa cara berikut ini :
a.    Mengurangi penggunaan kendaraan yang tidak perlu.
b.    Selama acara perayaan, gunakan alat musik, petasan, instrumen vokal dan sebagainya seminimal mungkin.
c.    Menggunakan alat elektronik yang rendah bising untuk kegiatan rumah tangga.
d.   Industri harus menggunakan alat dan mesin yang telah teruji dapat mengurangi polusi suara. (Septianing Rasti, 2013)

E.  Kepedulian Pemerintah  dan Masyarakat untuk Mengurangi Polusi
Berbagai upaya telah dilakukan, baik oleh pemerintah maupun masyarakat untuk menanggulangi pencemaran lingkungan, antara lain melalui penyuluhan dan penataan lingkungan. Namun, usaha tersebut tidak akan berhasil jika tidak ada dukungan dan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan. Untuk membuktikan kepedulian kita terhadap lingkungan, kita perlu bertindak. Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menanggulangi pencemaran lingkungan, diantaranya sebagai berikut:
1.    Membuang sampah pada tempatnya
Membuang sampah ke sungai atau selokan akan meyebabkan aliran airnya terhambat. Akibatnya, samapah akan menumpuk dan membusuk. Sampah yang membusuk selain menimbulkan bau tidak sedap juga akan menjadi tempat berkembang biak berbagai jenis penyakit. Selain itu, bisa meyebabkan banjir pada musim hujan. Salah satu cara untuk menanggulangi sampah terutama sampah rumah tangga adalah dengan memanfaatkannya menjadi pupuk kompos. Sampah-sampah tersebut dipisahkan antara sampah organik dan anorganik. Selanjutnya, sampah organik ditimbun di dalam tanah sehingga menjadi kompos. Adapun sampah anorganik seperti plastik dan kaleng bekas dapat di daur ulang menjadi alat rumah tangga dan barang-barang lainnya.

2.    Penanggulangan limbah industri
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjwgPkCwdWn81tFv5jiZ-6HsSxQf0ddSMbw4MG59JX2HtmmV0fhABCBGEu8ScYGwYPCKn6I94gdmSOPh9_Ul8aOrjD136M1JjbGjyXE3iWXq2VMDKMEPyq369i5Juk3cH7hU2M1SskcQlkh/s320/view_1503-1174466647.jpg
Gambar. Penanggulangan limbah industri
Limbah dari industri terutama yang mengandung bahan-bahan kimia, sebelum dibuang harus diolah terlebih dahulu. Hal tersebut akan mengurangi bahan pencemar di perairan. Denan demikian, bahan dari limbah pencemar yang mengandung bahan-bahan yang bersifat  racun dapat dihilangkan sehingga tidak mengganggu ekosistem. Menempatkan pabrik atau kawasan industri di daerah yang jauh dari keramaian penduduk. Hal ini dilakukan untuk menghindari pengaruh buruk dari limbah pabrik dan asap pabrik terhadap kehidupan masyarakat.
3.    Penanggulangan pencemaran udara
Pencemaran udara akibat sisa dari pembakaran kendaraan bermotor dan asap pabrik, dapat dicegah dan ditanggulangi dengan mengurangi pemakaian bahan bakar minyak. Perlu dipikirkan sumber pengganti alternatif bahan bakar yang ramah lingkungan, seperti kendaraan berenergi listrik. Selain itu, dilakukan usaha untuk mendata dan membatasi jumlah kendaraan bermotor yang layak beroperasi. Terutama pengontrolan dan pemeriksaan terhadap asap buangan dan knalpot kendaraan bermotor.
4.    Diadakan penghijauan di kota-kota besar
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhQ41fh1GTV9n7O1n6FLfab-7nxiN0N78UtQ8P0EIzrLv7BckZhLu96LlYLRiZvGkSCLHq6aupI6vfyQAny6A2aMhD8yhkcxtsDYvDSobNSB8l1SlNoHCx2khQw3WuDfySz7vcoWC9PjAZn/s320/150684.jpg
                Gambar. Penghijauan
Tumbuhan mampu menyerap CO2 di udara untuk fotosintesis. Adanya jalur hijau akan mengurangi kadar CO2 di udara yang berasal dari asap kendaraan bermotor atau asap pabrik. Dengan demikian, tumbuhan hijau bisa mengurangi pencemaran udara. Selain itu, tumbuhan hijau melepaskan O2 ke atmosfer.
d.   Penggunaan pupuk dan obat pembasmi hama tanaman yang sesuai
Pemberian pupuk pada tanaman dapat meningkatkan hasil pertanian. Namun, di sisi lain dapat menimbulkan pencemaran jika pupuk tersebut masuk ke perairan. Eutrofikai merupakan salah satu dampak negatif yang ditimbulkan oleh pupuk buatan yang masuk ke perairan. Begitu juga dengan penggunaan obat anti hama tanaman. Jika penggunaannya melebihi dosis yang ditetapkan akan menimbulkan pencemaran. Selain dapat mencemari lingkungan juga dapat meyebabkan musnahnya organisme tertentu yang dibutuhkan, seperti bakteri pengurai atau serangga yang membantu penyerbukan tanaman. Pemberantasan hama secara biologis merupakan salah satu alternatif yang dapat mengurangi pencemaran dan kerusakan ekosistem pertanian.
e.    Pengurangan pemakaian CFC
Untuk menghilangkan kadar CFC di atmosfer diperlukan waktu sekitar seratus tahun salah satu cara penanggulangannya yaitu dengan mengurangi penggunaan CFC yang tidak perlu oleh manusia. Mengurangi penggunaan penggunaan CFC dapat mencegah rusaknya lapisan ozon di atmosfer sehingga dapat mengurangi pemanasan global. Dewasa ini, tingkah laku manusia dengan sikap semena-mena terhadap lingkungan sudah sampai pada tingkat yang mengkhawatirkan. Selain mengeksploitasi alam secara serakah, manusia juga telah meracuni alam ini dengan berbagai jenis sampahnya. (Hermawati, 2009)




BAB III
PENUTUP
A.  Kesimpulan
1.         Pencemaran lingkungan (polusi) adalah masuknya bahan-bahan ke dalam lingkungan yang dapat mengganggu kehidupan makhluk hidup di dalamnya.
2.         Berdasarkan komponen yang terpolusi dan/atau jenis polutannya, polusi dapat dikelompokkan menjadi polusi air, polusi udara, polusi tanah, polusi radiasi dan polusi suara.
3.         Sumber polusi udara berasal dari alam, misalnya, CH4 hasil aktivitas penguraian bahan organik oleh anthropogenic amissions (kegiatan manusia), misalnya, asap mikroba, dan  kendaraan bermotor, asap pabrik, dan sisa pembakaran. Sumber polusi tanah berasal dari Limbah domestic, Limbah industry dan Limbah pertanian. Sumber utama pencemaran air adalah infection agent, zat-zat pengikat oksigen, sedimen, nutrisi atau unsur hara, pencemar anorganik, zat kimia organik, energi panas, dan zat radio aktif. Sumber polusi suara adalah suara kendaraan bermotor, suara pesawat, mesin pabrik, suara arus lalu lintas, dan lain-lain.
  1. Salah satu cara mengurangi polusi adalah tidak membuang sampah perkotaan langsung ke sungai.sampah tersebut seharusnya diolah menjadi sampah yang tidak berbahaya sebelum dibuang.
  2. Salah satu bentuk kepedulian masyarakat dalam mengurangi polusi yaitu Diadakannya penghijauan di kota-kota besar.
B.  Saran
Untuk mencegah terjadinya polusi yang lebih lanjut hendaknya kita semua ikut menjaga kebersihan dan meminimalkan pencemaran lingkungan, misalnya tidak memakai kendaraan bermotor yang mengeluarkan banyak asap, tidak membuang sampah secara sembarangan terutama bagi kegiatan industri, dan lain sebagainya agar kebersihan lingkungan tetap terjaga.
DAFTAR PUSTAKA

Anne Ahira,  Polusi Udara di Luar Ruangan dan Dalam Ruangan. (online) http://www.anneahira.com Diakses 21 Mei 2017.

Fictor Ferdinand, 2009. Praktis Belajar Biologi 1 untuk Kelas X SMA/MA. Jakarta : Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.

Hermawati, 2009. Pencemaran Lingkungan. (online) http://hend-learning.blogspot.co.id  diakses 22 Mei 2017.

Herni Budiati, 2009. Biologi : untuk SMA dan MA Kelas X. Jakarta : Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional.

Idun Kistinnah, 2009. Biologi 1 : Makhluk Hidup dan Lingkungannya Untuk SMA/MA Kelas X. Jakarta : Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional.

Rasti Septianing, 2013. Panduan Belajar Biologi 1 B  SMA Kelas X, cet,2.  Yudhistira : Jakarta.

Riana Yani dkk; 2009. Biologi 1 : Kelas X SMA dan MA. Jakarta : Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional.

Rikky Firmansyah, 2009. Mudah dan Aktif Belajar Biologi 1 : untuk Kelas X Sekolah Menengah Atas / Madrasah Aliyah Program Ilmu Pengetahuan Alam. Jakarta : Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional.

Saktiyono, 2008, Seribu Pena Biologi JILID 1, Penerbit Erlangga, Jakarta.

Subardi dkk, 2009. Biologi 1 : Untuk Kelas X SMA/ MA. Jakarta : Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional.

Sulistyorini, Ari. 2009. Biologi 1. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional

Suwarno, 2009. Panduan Pembelajaran Biologi : Untuk SMA/MA Kelas X. Jakarta : Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional.


Widayati Sri.z 2009. Biologi : SMA dan MA Kelas X. Jakarta : Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional. 

No comments:

Post a Comment

MAKALAHKU

MAKALAH TATANIAGA HASIL PERIKANAN

Tugas Individu MAKALAH TATANIAGA HASIL PERIKANAN Oleh ASRIANI 213095 2006 SEKOLAH TINGGI ILMU P...