Tugas Individu
Makalah
Biologi
POLUSI DAN SUMBERNYA

Disuun Oleh:
NURFATMA INNA
KLS : X MIPA 6
NIS :
8695
SMA NEGERI 4 WATAMPONE
|
TAHUN PELAJARAN 2017/2018
KATA PENGANTAR
Assalamu’alaikum
warahmatullahi wabarakatuh. alhamdulillahirabbilalamin.
Segala puji bagi Allah yang telah menolong kami menyelesaikan makalah ini
dengan penuh kemudahan. Tanpa pertolongan Nya mungkin penyusun tidak akan
sanggup menyelesaikan dengan baik. shalawat dan salam semoga terlimpah curahkan
kepada baginda tercinta yakni nabi muhammad SAW.
Makalah ini disusun agar
pembaca dapat memperluas ilmu tentang MASALAH POLUSI (PENCEMARAN), yang saya
sajikan berdasarkan pengamatan dari berbagai sumber. Makalah ini di susun oleh
penyusun dengan berbagai rintangan. Baik itu yang datang dari diri penyusun
maupun yang datang dari luar. Namun dengan penuh kesabaran dan terutama
pertolongan dari Tuhan akhirnya makalah ini dapat terselesaikan.
Makalah ini memuat tentang
“POLUSI DAN SUMBERNYA ” yang sangat berbahaya bagi kesehatan seseorang.
Walaupun makalah ini mungkin kurang sempurna tapi juga memiliki detail yang
cukup jelas bagi pembaca.
Semoga makalah ini dapat
memberikan wawasan yang lebih luas kepada pembaca. Walaupun makalah ini
memiliki kelebihan dan kekurangan. Penyusun mohon untuk saran dan kritiknya.
Terima kasih.
Watampone,
22 Mei 2017
Penyusun
Nurfatma
Inna
DAFTAR ISI
Halaman
KATA PENGANTAR ............................................................................. i
DAFTAR ISI ............................................................................................. ii
BAB I..... PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang..................................................................... 1
B.
Rumusan Masalah................................................................. 2
C.
Tujuan Penulisan................................................................... 2
BAB II... PEMBAHASAN
A.
Pengertian Polusi.................................................................. 3
B.
Jenis-Jenis Polusi................................................................. 4
C.
Sumber Polusi ...................................................................... 6
D.
Cara Mengurangi Polusi....................................................... 13
E.
Kepedulian
Pemerintah dan Masyarakat untuk
Mengurangi Polusi 16
BAB III.. PENUTUP
A.
Kesimpulan........................................................................... 18
B.
Saran..................................................................................... 18
DAFTAR PUSTAKA
BAB
I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Manusia merupakan komponen
lingkungan alam yang bersama-sama dengan komponen alam lainnya, hidup bersama
dan mengelola lingkungan dunia. Karena manusia adalah makhluk yang memiliki
akal dan pikiran, peranannya dalam mengelola lingkungan sangat besar. Manusia
dapat dengan mudah mengatur alam dan lingkungannya sesuai dengan yang
diinginkan melalui pemanfaatan ilmu dan teknologi yang dikembangkannya. Akibat
perkembangan ilmu dan teknologi yang sangat pesat, kebudayaan manusia pun
berubah dimulai dari budaya hidup berpindah-pindah, kemudian hidup menetap dan
mulai mengembangkan buah pikirannya yang terus berkembang sampai sekarang ini.
Hasilnya berupa teknologi yang dapat membuat manusia lupa akan tugasnya dalam
mengelola bumi. Sifat dan perilakunya semakin berubah dari zaman ke zaman.
Setiap lingkungan manusia, termasuk daerah
pedesaan, perkotaan, industri atau yang berteknologi maju sekali pun
menghasilkan jenis sampah tertentu dari hasil kegiatannya. Sampah tersebut akan
masuk ke dalam biosfer dan memengaruhi fungsi normal ekosistem dan memiliki
dampak yang luas terhadap tumbuhan, hewan dan manusia. Sampah tertentu yang mencemari
biosfer disebut dengan polutan. (Septianing Rasti, 2013)
Menurut Undang-Undang Pokok Pengelolaan
Lingkungan Hidup, polusi atau pencemaran lingkungan diartikan sebagai masuknya
atau dimasukkannya makhluk hidup, zat energi, dan atau komponen lain ke dalam
lingkungan, atau berubahnya tatanan lingkungan oleh kegiatan manusia atau oleh
proses alam sehingga kualitas lingkungan turun sampai ke tingkat tertentu yang
menyebabkan lingkungan menjadi kurang atau tidak dapat berfungsi lagi sesuai
dengan peruntukannya. Zat atau bahan yang dapat mengakibatkan pencemaran disebut
polutan. Polutan dapat menyebabkan penyakit, diantaranya kanker,
gangguan kekebalan, alergi, dan asma. Suatu zat disebut polutan bila
keberadaannya dapat menyebabkan kerugian terhadap makhluk hidup, jumlahnya
melebihi jumlah normal, berada pada waktu dan tempat yang tidak tepat. (Budiarti Herni, 2009)
Contohnya kadar karbon dioksida normal adalah
0,033%, tetapi bila lebih tinggi dari 0,033% dapat memberikan efek merusak. Ada
dua macam sifat polutan, yaitu sebagai berikut. (a). Merusak untuk sementara,
tetapi bila telah bereaksi dengan zat lingkungan tidak merusak lagi. Contohnya
tumpahan minyak di laut dapat menyebabkan iritasi kulit dan ruam, tetapi
setelah minyak mengalami degradasi maka menjadi tidak bersifat merusak; (b.) Merusak dalam jangka waktu lama.
Contohnya timbal yang masuk ke dalam tubuh tidak merusak apabila konsentrasinya
rendah, akan tetapi apabila pemasukan timbal terjadi dalam jangka waktu yang
lama, timbal dapat terakumulasi dalam tubuh dan bersifat racun. (Budiarti
Herni, 2009)
Saat ini pencemaran lingkungan telah terjadi
pada tingkat yang mengkhawatirkan. Hampir semua lingkup kehidupan telah
mengalami pemcemaran. Menurut tempat terjadinya, pencemaran dapat digolongkan
menjadi tiga macam yaitu pencemaran udara, air, dan tanah. (Budiarti Herni,
2009)
B. Rumusan Masalah
1.
Apa yang dimaksud dengan polusi?
2.
Apa sajakah yang termasuk polusi?
3.
Apa sajakah sumber polusi?
4.
Bagaimana cara mengurangi polusi?
5.
Bagaimana
kepedulian pemerintah dan masyarakat
untuk mengurangi Polusi?
C. Tujuan Penulisan
1.
Untuk mengetahui pengertian polusi.
2.
Untuk mengetahui jenis polusi.
3.
Untuk mengetahui sumber polusi.
4.
Untuk mengetahui cara mengurangi polusi.
5.
Untuk mengetahui cara pemerintah
dan masyarakat untuk mengurangi Polusi.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Polusi
Kata
polusi berasal dari bahasa Latin “Polluere” yang berarti polusi atau tercemar.
Penambahan sesuatu ke udara, air, tanah maupun makanan yang mengancam
kesehatan, kemampuan bertahan hidup atau mengganggu kegiatan manusia dan
kehidupan organisme lainnya disebut polusi. Odum (1971) mendefinisikan polusi
dalam pengertian klasik, “Polusi adalah adalah perubahan ciri fisik, kimiawi,
atau biologis yang tidak diinginkan dari udara, air dan tanah atau lahan yan
gmungkin berpotensi membahayakan kesehatan dan kehidupan manusia atau organisme
lainnya”. (Septianing Rasti, 2013)
Pencemaran
lingkungan (environmental pollution) adalah masuknya bahan-bahan ke dalam lingkungan
yang dapat mengganggu kehidupan makhluk hidup di dalamnya. Zat yang dapat
mencemari lingkungan dan dapat mengganggu kelangsungan hidup makhluk hidup
disebut dengan polutan. Polutan ini dapat berupa zat kimia, debu, suara,
radiasi, atau panas yang masuk ke dalam lingkungan. (Sulistyorini Ari, 2009)
Menurut
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 1997 tentang pengelolaan
lingkungan hidup, polusi atau pencemaran adalah masuknya atau dimasukkannya
makhluk hidup, zat, energi, atau komponen lain ke dalam lingkungan hidup oleh
kegiatan manusia sehingga kualitasnya turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan
lingkungan hidup tidak berfungsi dengan peruntukkannya. Zat atau bahan yang
menyebabkan polusi disebut polutan.Pencemaran dapat timbul sebagai akibat
kegiatan manusia ataupun disebabkan oleh alam (misal gunung meletus, gas
beracun). Ilmu lingkungan biasanya membahas pencemaran yang disebabkan oleh
aktivitas manusia, yang dapat dicegah dan dikendalikan. (Ferdinand, 2009)
Peristiwa masuknya atau dimasukkannya zat
atau bahan ke lingkungan oleh karena kegiatan manusia atau peristiwa alam yang
mengakibatkan penurunan kualitas lingkungan, sehingga lingkungan tidak dapat
berfungsi sesuai dengan peruntukannya disebut pencemaran atau polusi. (Subardi
dkk., 2009)
Masuknya bahan ke dalam lingkungan yang
menyebabkan gangguan terhadap makhluk hidup di dalamnya disebut pencemaran.
Jadi, pencemaran lingkungan terjadi akibat dari kumpulan kegiatan manusia (populasi)
dan bukan dari kegiatan perorangan (individu). (Kistinnah Idun, 2009)
Menurut Supardi (1994) dalam Riana Yani (2009) yang dimaksud pencemaran
lingkungan adalah terjadinya
pencemaran yang dapat menyebabkan penurunan kualitas lingkungan dan
terganggunya kesehatan serta ketenangan makhluk hidup.
Pencemaran
lingkungan atau polusi terjadi di suatu tempat, ketika di sana terdapat suatu
perubahan yang tidak diinginkan. Perubahanperubahan tersebut meliputi perubahan
udara, daratan, dan air secara fisik maupun kimia. (Widayati Sri, 2009)
Pencemaran adalah masuknya zat, energi, partikel, atau
komponen lainnya yang dapat menyebabkan perubahan tatanan suatu lingkungan
akibat kegiatan manusia atau proses alam. (Firmansyah Rikky, 2009)
B. Jenis-jenis
Polusi
Berdasarkan komponen yang terpolusi dan/atau
jenis polutannya, polusi dapat dikelompokkan menjadi polusi air, polusi udara,
polusi tanah, polusi radiasi dan polusi suara. (Septianing Rasti, 2013)
1.
Polusi Air
Polusi
air mengacu pada jenis pencemaran perairan antara dua hal yang ekstrem, yaitu
perairan yang diracuni oleh bahan kimia dan perairan yang diperkaya unsur hara.
Bahan kimia beracun dapat membunuh organisme hidup di perairan atau bahkan
meniadakan semua bentuk kehidupan di perairan. Perairan yang diperkaya unsur
hara, misalnya pada danau dengan penambahan unsur hara dari pupuk dapat
menyebabkan produktivitas komunitas biotik menjadi berlebih sehingga
keseimbangan ekosistem terganggu.
2.
Polusi
Udara
Polusi udara disebabkan oleh
meningkatnya komposisi gas-gas dari komposisi normal yang ada pada udara
bersih. Polusi udara merupakan satu jenis polusi yang biasa terjadi dan paling
berbahaya. Polutan udara yang berbeda secara luas memengaruhi flora, fauna dan
iklim wilayah setempat. Gangguan kesehatan pada manusia dan hewan terjadi
akibat pemanasan global, hujan asam, asap, penipisan ozon dan beberapa dampak
polusi lainnya.
3.
Polusi
Tanah
Polusi tanah meliputi limbah
bercacun yang terkandung di dalam tanah dengan berbagai sumbernya. Polusi tanah
umumnya berupa bahan kimia yang berada tidak pada tempatnya atau kadarnya
melebihi batas ambang normal yang bisa menyebabkan dampak buruk terhadap
manusia atau pun kehidupan organisme lainnya.
4. Polusi Radiasi
Polusi
radiasi adalah pencemaran yang disebabkan oleh radiasi ion ataupun non-ion yang
dihasilkan dari ledakan perangkat nuklir dan energi yang dilepaskan oleh
pembangkit listrik tenaga nuklir. Polusi radiasi dapat terjadi secara alami
atau karena ulah manusia. Radiasi sinar kosmik adalah jenis radiasi yang alami.
Sumber utama dari polusi radiasi, antara lain pembangkit listrik tenaga nuklir,
penambangan uranium dan ledakan bom nuklir. Sumber polusi lainnya adalah
pembangkit listrik yang menggunakan bahan bakar, hasil samping kegiatan
tambang, dan percobaan penelitian dalam laboratorium. Tindakan dengan paparan
sinar X dan emisi radiasi dari oven, microwave serta peralatan rumah tangga
lainnya juga termasuk sumber-sumber radiasi lingkungan meskipun menghasilkan
radiasi dalam jumlah kecil.
5. Polusi Suara
Kata “bising”
didefinisikan sebagai suara yang tidak diinginkan yang menyebabkan
ketidaknyamanan. Polusi suara berarti suara yang tidak diinginkan sehingga
dapat menyebabkan bahaya kesehatan.
Penyebab Polusi Suara:
a.
Sumber utama polusi suara di rumah adalah
penggunaan alat elektronik dalam kehidupan sehari-hari. Di rumah terdapat mixer,
vaccum cleaner, mesin cuci, pendingin udara, radio atau pemutar suara
yang dibunyikan keras. Alat elektronik tersebut menghasilkan bunyi bising
ketika sedang menyala.
b. Di
luar rumah, polusi suara disebabkan oleh pabrik, kendaraan, pesawat terbang,
dan sebagainya. Selain itu, perayaan yang disemarakkan dengan pengeras suara
menggelegar juga menyebabkan polusi suara.
c. Lalu
lintas jalan, lalu lintas udara, lalu lintas rel juga menyebabkan polusi suara.
(Septianing Rasti, 2013)
C. Sumber-sumber Polusi
1.
Sumber
Polusi Udara
Polusi udara adalah masuknya zat-zat kimia, masalah
partikulat atau bahan-bahan biologis yang berbahaya atau membuat manusia atau
organisme hidup lain tidak nyaman, atau dapat juga menyebabkan kerusakan pada
lingkungan alami atau lingkungan buatan manusia ke dalam atmosfir. Polusi udara
tersebut dapat disebabkan oleh sumber-sumber alami ataupun hasil dari kegiatan
manusia.
Ada beberapa jenis polusi udara dan dampak
dari polusi udara yang diketahui dengan baik yang sering juga didiskusikan.
Beberapa polusi udara tersebut adalah kabut asap, hujan asam dan efek rumah
kaca, serta lubang-lubang dalam lapisan ozon. Masing-masing masalah tersebut
memiliki dampak yang serius untuk kesehatan kita dan makhluk hidup lain
sebagaimana juga sebagai lingkungan secara keseluruhan.
Salah satu jenis polusi udara adalah pelepasan
partikel-partikel hasil pembakaran bahan bakar untuk energi ke udara. Asap
mesin diesel adalah contoh yang tepat untuk masalah partikulat ini.
Partikel-partikel berukuran sangat kecil dengan ukuran sekitar 2,5 mikron atau
sekitar 0,0001 inci. Polusi udara jenis ini terkadang disebut sebagai polusi
“karbon hitam”. Knalpot pembuangan dari pembakaran bahan bakar pada mobil,
perumahan dan industry adalah sumber utama polusi udara.
Beberapa pihak yang berwenang percaya bahwa
bahkan kayu dan arang yang terbakar pada perapian dan tempat pemanggang dapat
melepaskan jumlah jelaga yang signifikan ke udara. Jenis lain dari polusi
udara adalah pelepasan gas berbahaya seperti belerang dioksida, karbon
monoksida, nitrogen oksida dan uap kimia.
Hal-hal tersebut dapat turut ambil bagian
dalam reaksi kimia lebih lanjut ketika zat-zat tersebut mencapai atmosfer, dan
membentuk kabut asap dan hujan asam. Polusi udara juga harus dipertimbangkan di
dalam rumah kita, kantor dan sekolah. Beberapa dari polusi ini dapat dihasilkan
oleh kegiatan di dalam rumah seperti merokok dan memasak.
a.
Sumber Polusi Udara di Luar Ruangan
Kabut Asap adalah salah satu
polusi udara di luar ruangan dalam skala besar. Kabut Asap ini disebabkan oleh
reaksi kimia antara beberapa polusi udara yang berasal dari berbagai macam
sumber, terutama knalpot kendaraan dan emisi industri. Perkotaan sering menjadi
pusat dari kegiatan-kegiatan jenis ini, dan banyak orang yang menderita dari
dampak Kabut Asap.
Gambar. Sumber
polusi udara diluar ruangan
Pada setiap kota,
penyebab-penyebab yang pasti dari polusi udara dapat berbeda. Hal tersebut
bergantung dari lokasi geografis, suhu, angin dan faktor cuaca, polusi udara
menyebar secara berbeda. Namun demikian, terkadang hal tersebut tidak terjadi
dan polusi udara dapat naik ke tingkat yang berbahaya. (http://www.anneahira.com)
b.
Sumber Polusi Udara di Dalam Ruangan
Banyak orang menghabiskan
sebagian besar waktunya di dalam ruangan, sekitar 80% hingga 90% dari kehidupan
mereka. Kita bekerja, makan, minum dan tidur pada lingkungan tertutup yang
mengakibatkan sirkulasi udara terbatas. Demi alasan itulah beberapa ahli merasa
bahwa lebih banyak orang yang menderita dari dampak polusi udara di dalam
ruangan dibandingkan dengan polusi udara di luar rungan.
Ada banyak sumber dari polusi
udara di dalam ruangan. Rokok tembakau, peralatan memasak dan pemanas, serta
uap dari bahan-bahan bangunan seperti cat, perabotan dan lain-lain dapat
menyebabkan polusi udara di dalam bangunan.
Gambar.2. contoh sumber polusi udara
dalam ruangan
Radon adalah gas radioaktif alami
yang dilepaskan dari bumi, dan dapat juga ditemukan terkonsentrasi dalam ruang
bawah tanah atau basement. Paparan polusi udara di dalam rumah dan tempat
kerja seringkali lebih besar dibandingkan paparan polusi udara di luar ruangan. (http://www.anneahira.com)
2.
Sumber Polusi Tanah
Karena
pencemaran tanah tidak jauh beda atau bisa dikatakan mempunyai hubungan erat
dengan pencemaran udara dan pencemaran air, maka sumber pencemar udara dan
sumber pencemar air pada umumnya juga merupakan sumber pencemar tanah.
Sebagai
contoh gas-gas oksida karbon, oksida nitrogen, oksida belerang yang menjadi
bahan pencemar udara yang larut dalam air hujan dan turun ke tanah dapat
menyebabkan terjadinya hujan asam sehingga menimbulkan terjadinya pencemaran
pada tanah.

Gambar 3..Sumber Polusi Tanah
Air
permukaan tanah yang mengandung bahan pencemar misalnya tercemari zat
radioaktif, logam berat dalam limbah industri, sampah rumah tangga, limbah
rumah sakit, sisa-sisa pupuk dan pestisida dari daerah pertanian, limbah
deterjen, akhirnya juga dapat menyebabkan terjadinya pencemaran pada tanah
daerah tempat air permukaan ataupun tanah daerah yang dilalui air permukaan
tanah yang tercemar tersebut.
a.
Limbah domestik
Limbah
domestik dapat berasal dari daerah: pemukiman penduduk;
perdagang-an/pasar/tempat usaha hotel dan lain-lain; kelembagaan misalnya
kantor-kantor pemerintahan dan swasta; dan wisata, dapat berupa limbah padat
dan cair.
b.
Limbah industri
Limbah
Industri berasal dari sisa-sisa produksi industri. Limbah cair yang merupakan
hasil pengolahan dalam suatu proses produksi, misalnya sisa-sisa pengolahan
industri pelapisan logam dan industri kimia lainnya. Tembaga, timbal, perak,
khrom, arsen dan boron adalah zat-zat yang dihasilkan dari proses industri
pelapisan logam seperti Hg, Zn, Pb, Cd dapat mencemari tanah. Merupakan zat
yang sangat beracun terhadap mikroorganisme. Jika meresap ke dalam tanah akan
mengakibatkan kematian bagi mikroorganisme yang memiliki fungsi sangat penting
terhadap kesuburan tanah.
c.
Limbah pertanian
Limbah
pertanian dapat berupa sisa-sisa pupuk sintetik untuk menyuburkan tanah atau
tanaman, misalnya pupuk urea dan pestisida untuk pemberantas hama tanaman.
Penggunaan pupuk yang terus menerus dalam pertanian akan merusak struktur
tanah, yang menyebabkan kesuburan tanah berkurang dan tidak dapat ditanami
jenis tanaman tertentu karena hara tanah semakin berkurang. Dan penggunaan
pestisida bukan saja mematikan hama tanaman tetapi juga mikroorga-nisme yang
berguna di dalam tanah. Padahal kesuburan tanah tergantung pada jumlah
organisme di dalamnya. Selain itu penggunaan pestisida yang terus menerus akan
mengakibatkan hama tanaman kebal terhadap pestisida tersebut.
3.
Sumber Polusi Air
Pencemaran
air dapat bersumber dari beberapa hal berikut:
a. Pembuangan
kotoran dan detergen ke danau dan sungai.
b. Kegiatan
manusia seperti mandi dan mencuci pakaian.
c. Pembuangan
limbah industri dan pertanian (pupuk dan pestisida).
d. Buang
air besar (defekasi) oleh manusia dan hewan di sekitar sumber air.
e. Tumpahan
minyak dari tangki minyak.
f. Sampah
rumah tangga di kota-kota besar yang dibuang ke sungai. Sampah inilah yang
memicu pertumbuhan ganggang dan bakteri yang menggunakan banyak oksigen
sehingga terjadi penipisan kada oksigen di dalam air. Sebagai akibatnya, banyak
ikan yang mati karena kekurangan oksigen.
g. Limbah
dari pabrik yang dibuang ke sungai mengandung banyak polutan beracun seperti
sianida dan merkuri. Bahan berbahaya tersebut dapat masuk ke dalam tubuh ikan
sehingga ikan tidak sehat untuk dikonsumsi manusia.
h. Pupuk
dan pestisida yang terlarut dalam tanah dapat mengalir masuk ke dalam air
sungai. Bahan-bahan kimia dari pupuk dan pestisida dapat masuk ke dalam tubuh
hewan air dan hewan lainnya melalui rantai makanan.
4. Sumber
Polusi Radiasi

Gambar.
Ledakan bom nuklir
Polusi radiasi dapat terjadi secara alami atau karena ulah
manusia. Radiasi sinar kosmik adalah jenis radiasi yang alami. Sumber utama
dari polusi radiasi, antara lain pembangkit listrik tenaga nuklir, penambangan uranium
dan ledakan bom nuklir. Sumber polusi lainnya adalah pembangkit listrik yang
menggunakan bahan bakar, hasil samping kegiatan tambang, dan percobaan
penelitian dalam laboratorium. Tindakan dengan paparan sinar X dan emisi
radiasi dari oven, microwave serta peralatan rumah tangga lainnya juga termasuk
sumber-sumber radiasi lingkungan meskipun menghasilkan radiasi dalam jumlah
kecil. (Septianing Rasti, 2013)
5. Sumber
Polusi Suara
a.
Sumber utama polusi suara di rumah adalah
penggunaan alat elektronik dalam kehidupan sehari-hari. Di rumah terdapat mixer,
vaccum cleaner, mesin cuci, pendingin udara, radio atau pemutar suara
yang dibunyikan keras. Alat elektronik tersebut menghasilkan bunyi bising
ketika sedang menyala.
b.
Di luar rumah, polusi suara disebabkan oleh
pabrik, kendaraan, pesawat terbang, dan sebagainya. Selain itu, perayaan yang
disemarakkan dengan pengeras suara menggelegar juga menyebabkan polusi suara.
c.
Lalu lintas jalan, lalu lintas udara, lalu
lintas rel juga menyebabkan polusi suara.
a.
b. 
b. 
Gambar. Polusi suara dapat
bersumber dari ; a. lalu lintas udara; b. lalu lintas rel
Suara
diukur dengan skala dalam satuan desibel. Satu desibel setara dengan
suara samar yang dapat didengar oleh telinga manusia. Normalnya, orang dapat
mendengar percakapan berintensitas 20dB dengan mudah. Beberapa orang merasa
tidak nyaman dengan intensitas suara 85dB. Suara dapat menimbulkan nyeri pada
telinga dengan intensitas sekitar 100-120dB dan suara dengan intensitas lebih
dari 180dB dapat mematikan.
Tabel Intensitas Beberapa Jenis Suara
Jenis Suara
|
Intensitas (dB)
|
Bernapas
|
10
|
Studio broad casting
|
20
|
Bisikan lembut
|
20-30
|
Detak jam
|
30
|
Perbincangan biasa
|
15-60
|
Perpusakaan
|
30-35
|
Radio bervolume kecil
|
35-60
|
Lalu lintas
|
50-90
|
Telepon
|
60
|
Kebisingan kantor
|
60-80
|
Alarm jam
|
70-80
|
Sepeda Motor
|
105
|
Singa mengaum
|
105-110
|
Pesawat terbang
|
110-120
|
Bor pneumatik
|
110-120
|
Jet lepas landas
|
120
|
Roket yang meluncur
|
170-180
|
D. Cara
Mengurangi Polusi
1. Mengurangi
Polusi Air
Berikut
ini beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi polusi air :
a. Mengolah limbah kimia dari pabrik
menjadi limbah yang tidak berbahaya sebelum dibuang ke perairan.
b. Mendaur ulang limbah industri.
c. Tidak membuang sampah perkotaan
langsung ke sungai.Sampah tersebut seharusnya diolah menjadi sampah yang tidak
berbahaya sebelum dibuang.
d. Menyediakan fasilitas toilet yang
memadai untuk penduduk desa atau daerah plosok.
e. Menggunakan pupuk dan pestisida
alami.
2. Mengontrol
dan Mengurangi Polusi Udara
Ada sejumlah alat untuk mengontrol polutan udara.
Beberapa diantaranya adalah ruangan pengatur, sentrifugasi untuk kontrol gas,
pemindai kelembapan, prepesitator elektrostatik, penyaring partikel, dan
sebagainya. Selain itu, kita dapat mengontrol polusi udara dengan cara-cara berikut :
a. Menggunakan ruang kedap asap rokok
untuk mengurangi polusi asap rokok
b. Menggunakan kompor energi surya dan
biogas sebagai gantinya bahan bakar untuk memasak.
c. Menggunakan sumber energi alternatif
seperti energi surya, pembangkit air, energi angin dan energi nuklir sebagai
pengganti sumber energi konvensional seperti batu bara dan minyak tanah.
d. Menggunakan bensin bebas timbel pada
kendaraan.
e. Menggunakan CNG (Compressed
Natural Gas)
f. Menggunakan standar EURO-II untuk
emisi polusi dari knalpot mobil.
g. Menanam kembali hutan-hutan yang
gundul.
h. Memasang cerobong asap yang tinggi
di pabrik dengan dilengkapi alat penyaring sehingga emisinya dapat keluar
membumbung tinggi di udara.
i. Tidak membakar petasan juga
mengurangi polusi, baik polusi udara maupun polusi suara.
j. Tidak membakar daun-daun kering,
lebih baik mengumpulkannya ke dalam sebuah lubang dan membuatnya menjadi pupuk
kompos.
k. Menerapkan dengan ketat ukuran bebas
polusi.
l. Menggunakan transportasi publik,
Lakukan perjalanan dengan bus, kereta api, atau berjalan kaki jika jarak dekat.
3. Mengontrol
dan Mengurangi Polusi Tanah
Selain kegiatan tambang dan penggalian, penggunaan tanah
yang tidak perlu seperti penebangan hutan, penanaman berlebihan, irigasi yang
tidak terencana dan urbanisasi menyebabkan terjadinya polusi tanah dan
degradasi tanah. Berikut ini beberapa metode efektif untuk mengurangi polusi
tanah:
a. Pembakaran limbah padat dengan
tungku pembakaran yang didesain khusus.
b. Penyediaan lahan sanitasi untuk
tempat pembuangan limbah padat.
c. Melindungi keberadaan hutan-hutan dan
vegetasi alami yang masih ada.
d. Penanaman kembali hutan-hutan yang
gundul haru terus diupayakan.
e. Pemeliharaan vegetasi terutama pada
daerah dataran tinggi, wilayah sekitar sungai, danau dan sumber-sumber air.
4. Mengontrol
dan Mengurangi Polusi Radiasi
Limbah nuklir dan pembuangannya harus diatur secara tepat
untuk meminimalisasi risiko terhadap lingkungan dan kesehatan serta keamanan
generasi mendatang. Berikut ini beberapa cara pembuangan limbah nuklir:
a.
Tempatkan
bahan-bahan pada tempat penyimpanan yang tepat.
b.
Dikubur
di dasar laut.
c.
Dimasukkan
ke dalam lapisan kutub es.
d.
Dikirim
ke luar angkasa.
e.
Ditempatkan
jauh di bawah tanah dalam repositori geologi.
5. Mengontrol
dan Mengurangi Polusi Suara
Polusi suara dapat dikurangi dengan beberapa cara
berikut ini :
a. Mengurangi penggunaan kendaraan yang
tidak perlu.
b. Selama acara perayaan, gunakan alat
musik, petasan, instrumen vokal dan sebagainya seminimal mungkin.
c. Menggunakan alat elektronik yang
rendah bising untuk kegiatan rumah tangga.
d. Industri harus menggunakan alat dan
mesin yang telah teruji dapat mengurangi polusi suara. (Septianing Rasti, 2013)
E. Kepedulian
Pemerintah dan Masyarakat untuk
Mengurangi Polusi
Berbagai
upaya telah dilakukan, baik oleh pemerintah maupun masyarakat untuk
menanggulangi pencemaran lingkungan, antara lain melalui penyuluhan dan
penataan lingkungan. Namun, usaha tersebut tidak akan berhasil jika tidak ada
dukungan dan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan.
Untuk membuktikan kepedulian kita terhadap lingkungan,
kita perlu bertindak. Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menanggulangi
pencemaran lingkungan, diantaranya sebagai berikut:
1.
Membuang
sampah pada tempatnya
Membuang
sampah ke sungai atau selokan akan meyebabkan aliran airnya terhambat.
Akibatnya, samapah akan menumpuk dan membusuk. Sampah yang membusuk selain
menimbulkan bau tidak sedap juga akan menjadi tempat berkembang biak berbagai
jenis penyakit. Selain itu, bisa meyebabkan banjir pada musim hujan.
Salah satu cara untuk menanggulangi sampah terutama sampah
rumah tangga adalah dengan memanfaatkannya menjadi pupuk kompos. Sampah-sampah
tersebut dipisahkan antara sampah organik dan anorganik. Selanjutnya, sampah organik ditimbun di dalam tanah sehingga
menjadi kompos. Adapun sampah anorganik seperti plastik dan kaleng bekas dapat
di daur ulang menjadi alat rumah tangga dan barang-barang lainnya.
2.
Penanggulangan
limbah industri
Gambar.
Penanggulangan limbah industri
Limbah
dari industri terutama yang mengandung bahan-bahan kimia, sebelum dibuang harus
diolah terlebih dahulu. Hal tersebut akan mengurangi bahan pencemar di
perairan. Denan demikian, bahan dari limbah pencemar yang mengandung
bahan-bahan yang bersifat racun dapat
dihilangkan sehingga tidak mengganggu ekosistem. Menempatkan pabrik atau
kawasan industri di daerah yang jauh dari keramaian penduduk. Hal ini dilakukan
untuk menghindari pengaruh buruk dari limbah pabrik dan asap pabrik terhadap
kehidupan masyarakat.
3. Penanggulangan pencemaran udara
Pencemaran
udara akibat sisa dari pembakaran kendaraan bermotor dan asap pabrik, dapat
dicegah dan ditanggulangi dengan mengurangi pemakaian bahan bakar minyak. Perlu
dipikirkan sumber pengganti alternatif bahan bakar yang ramah lingkungan,
seperti kendaraan berenergi listrik. Selain itu, dilakukan usaha untuk mendata
dan membatasi jumlah kendaraan bermotor yang layak beroperasi. Terutama
pengontrolan dan pemeriksaan terhadap asap buangan dan knalpot kendaraan
bermotor.
4. Diadakan penghijauan di kota-kota besar
Gambar. Penghijauan
Tumbuhan
mampu menyerap CO2 di udara untuk fotosintesis. Adanya jalur hijau akan
mengurangi kadar CO2 di udara yang berasal dari asap kendaraan bermotor atau
asap pabrik. Dengan demikian, tumbuhan hijau bisa mengurangi pencemaran udara.
Selain itu, tumbuhan hijau melepaskan O2 ke atmosfer.
d. Penggunaan pupuk dan obat pembasmi hama tanaman yang
sesuai
Pemberian
pupuk pada tanaman dapat meningkatkan hasil pertanian. Namun, di sisi lain
dapat menimbulkan pencemaran jika pupuk tersebut masuk ke perairan. Eutrofikai
merupakan salah satu dampak negatif yang ditimbulkan oleh pupuk buatan yang
masuk ke perairan. Begitu juga dengan
penggunaan obat anti hama tanaman. Jika penggunaannya melebihi dosis yang
ditetapkan akan menimbulkan pencemaran. Selain dapat mencemari lingkungan juga
dapat meyebabkan musnahnya organisme tertentu yang dibutuhkan, seperti bakteri
pengurai atau serangga yang membantu penyerbukan tanaman. Pemberantasan hama secara biologis merupakan salah satu
alternatif yang dapat mengurangi pencemaran dan kerusakan ekosistem pertanian.
e. Pengurangan pemakaian CFC
Untuk
menghilangkan kadar CFC di atmosfer diperlukan waktu sekitar seratus tahun
salah satu cara penanggulangannya yaitu dengan mengurangi penggunaan CFC yang
tidak perlu oleh manusia. Mengurangi penggunaan penggunaan CFC dapat mencegah
rusaknya lapisan ozon di atmosfer sehingga dapat mengurangi pemanasan global. Dewasa
ini, tingkah laku manusia dengan sikap semena-mena terhadap lingkungan sudah
sampai pada tingkat yang mengkhawatirkan. Selain mengeksploitasi alam secara serakah,
manusia juga telah meracuni alam ini dengan berbagai jenis sampahnya.
(Hermawati, 2009)
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
1.
Pencemaran
lingkungan (polusi) adalah masuknya bahan-bahan ke dalam lingkungan yang dapat
mengganggu kehidupan makhluk hidup di dalamnya.
2.
Berdasarkan
komponen yang terpolusi dan/atau jenis polutannya, polusi dapat dikelompokkan
menjadi polusi air, polusi udara, polusi tanah, polusi radiasi dan polusi
suara.
3.
Sumber
polusi udara berasal dari alam,
misalnya, CH4 hasil aktivitas penguraian bahan organik oleh anthropogenic
amissions (kegiatan manusia), misalnya, asap mikroba, dan kendaraan bermotor, asap pabrik, dan sisa
pembakaran. Sumber polusi tanah
berasal dari Limbah domestic, Limbah industry dan Limbah pertanian. Sumber utama pencemaran air adalah infection
agent, zat-zat pengikat oksigen, sedimen, nutrisi atau unsur hara, pencemar
anorganik, zat kimia organik, energi panas, dan zat radio aktif. Sumber polusi
suara adalah suara kendaraan bermotor, suara pesawat, mesin pabrik, suara arus
lalu lintas, dan lain-lain.
- Salah satu cara mengurangi
polusi adalah tidak membuang sampah perkotaan langsung ke sungai.sampah
tersebut seharusnya diolah menjadi sampah yang tidak berbahaya sebelum
dibuang.
- Salah satu bentuk kepedulian
masyarakat dalam mengurangi polusi yaitu Diadakannya penghijauan di kota-kota besar.
B. Saran
Untuk
mencegah terjadinya polusi yang lebih lanjut hendaknya kita semua ikut menjaga
kebersihan dan meminimalkan pencemaran lingkungan, misalnya tidak memakai
kendaraan bermotor yang mengeluarkan banyak asap, tidak membuang sampah secara
sembarangan terutama bagi kegiatan industri, dan lain sebagainya agar
kebersihan lingkungan tetap terjaga.
DAFTAR PUSTAKA
Anne Ahira, Polusi Udara di Luar Ruangan dan Dalam Ruangan.
(online) http://www.anneahira.com Diakses 21 Mei 2017.
Fictor
Ferdinand, 2009. Praktis Belajar Biologi 1 untuk Kelas X SMA/MA. Jakarta : Pusat
Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.
Hermawati, 2009. Pencemaran Lingkungan. (online) http://hend-learning.blogspot.co.id diakses 22 Mei
2017.
Herni Budiati, 2009. Biologi : untuk SMA dan MA Kelas X.
Jakarta : Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional.
Idun Kistinnah, 2009. Biologi 1 : Makhluk Hidup dan
Lingkungannya Untuk SMA/MA Kelas X. Jakarta : Pusat Perbukuan,
Departemen Pendidikan Nasional.
Rasti Septianing, 2013. Panduan Belajar Biologi 1 B SMA Kelas X, cet,2. Yudhistira : Jakarta.
Riana Yani dkk; 2009. Biologi 1 : Kelas X SMA dan MA.
Jakarta : Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional.
Rikky Firmansyah, 2009. Mudah dan Aktif Belajar Biologi 1
: untuk Kelas X Sekolah Menengah Atas / Madrasah Aliyah Program Ilmu
Pengetahuan Alam. Jakarta : Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan
Nasional.
Saktiyono, 2008, Seribu
Pena Biologi JILID 1, Penerbit Erlangga, Jakarta.
Subardi dkk, 2009. Biologi 1 : Untuk Kelas X SMA/ MA.
Jakarta : Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional.
Sulistyorini, Ari. 2009. Biologi 1. Jakarta: Pusat
Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional
Suwarno, 2009. Panduan Pembelajaran Biologi :
Untuk SMA/MA Kelas X. Jakarta : Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan
Nasional.
Widayati Sri.z 2009. Biologi : SMA dan MA Kelas X.
Jakarta : Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional.




No comments:
Post a Comment